Terangi Jiwamu dengan Kata kata ilmiah

Grid Computing


 

Grid Computing sebagai Solusi

Bagi para peneliti di negara-negara yang kemampuan ekonominya

terbatas maka solusi yang diberikan oleh teknologi grid computing ini

merupakan suatu alternatif yang harus dipertimbangkan dengan amat

serius. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk

yang dilakukan dengan menggunakan bantuan komputer (e-Science),

tidak harus terhenti hanya karena keterbatasan dana.

Teknologi grid computing memungkinkan para peneliti

memanfaatkan sumber daya komputasi yang telah ada semaksimal

mungkin. Dengan menggunakan teknologi ini, para peneliti dapat

menggabungkan komputer-komputer yang berada di tempat-tempat

yang secara geografis terpisah menjadi suatu kesatuan sistem

komputer. Gabungan banyak komputer ini secara keseluruhan mampu

menyediakan sumber daya komputasi yang setara atau bahkan lebih

dengan komputer berkategori supercomputer. Lebih lanjut, system komputer ini dapat digunakan secara bersama-sama oleh para peneliti

yang juga berasal dari instansi-instansi yang lokasinya berlainan.

Secara keseluruhan, tidak saja teknologi grid computing

memungkinkan para peneliti menerapkan e-Science untuk

mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan biaya yang

relatif “terjangkau”, tetapi juga dapat memanfaatkan sumber daya

komputasi yang ada seefisien mungkin secara bersama-sama oleh

banyak peneliti.

Grid Computing & Solusi yang Ditawarkan

Pada beberapa tahun belakangan ini, sekelompok peneliti di

bidang komputasi berkinerja tinggi secara serius memusatkan

perhatian pada pengembangan sistem komputer berbasis jaringan

seperti yang telah diuraikan di atas dengan menggunakan teknologi

yang dikenal dengan sebutan teknologi grid computing 0.

Teknologi grid computing adalah suatu cara penggabungan

sumber daya yang dimiliki banyak komputer yang terhubung dalam

suatu jaringan sehingga terbentuk suatu kesatuan sistem komputer

dengan sumber daya komputasi yang besarnya mendekati jumlah

sumber daya komputasi dari komputer-komputer yang

membentuknya. Lebih lanjut, sebagian atau seluruh sumber daya

komputasi ini dapat dipakai oleh penggunanya sesuai kebutuhan

masing-masing. Penamaan “grid” disini meminjam istilah yang

digunakan dalam ketenagalistrikan 0, dimana pembangkit-pembangkit

tenaga listrik dihubungkan satu sama lain untuk secara bersama-sama

memasok kebutuhan tenaga listrik penggunanya. Masing-masing

pengguna hanya menggunakan sebagian dari daya listrik yang

dihasilkan oleh seluruh pembangkit tenaga listrik tersebut.

Berbeda dengan teknologi-teknologi pendahulunya seperti

Condor, PVM, atau MPI, teknologi grid computing dilengkapi oleh

komponen-komponen yang memungkinkan pemanfaatan sumber daya

komputasi yang terhimpun secara lebih optimal dan aman. Untuk

melihat komponen-komponen dari teknologi grid computing ini, disini

akan diuraikan dengan singkat sistem Globus Toolkit yang dikembangkan oleh para peneliti di Argonne National Laboratory,

Amerika Serikat 0. Sistem Globus Toolkit merupakan salah satu

teknologi grid computing yang populer dan banyak digunakan oleh

pihak-pihak yang ingin mengintegrasikan sumber daya komputasi

mereka yang tersebar menjadi satu kesatuan.

Secara spesifik, sistem Globus Toolkit yang akan dibahas disini

adalah sistem Globus Toolkit versi 4 (GT4) 0, yang merupakan versi

mutakhir dari sistem Globus Toolkit. Sistem GT4 dibangun dengan

menggunakan teknologi Web Services 0 yang telah berkembang

menjadi suatu standar dalam pengembangan perangkat lunak

terdistribusi. Teknologi Web Services memungkinkan GT4

mengadopsi konsep berorientasi layanan (service-oriented) yang

menggunakan layanan, bukan perangkat keras, sebagai komponen

dasar bangunannya. Di atas Web Services ini GT4 membangun

komponen-komponen utama dari sistem komputasi grid berikut ini.

2.4.Arsitektur GRID COMPUTING

Gambar 1 berikut menunjukkan rancangan arsitektur

infrastruktur komputasi grid. Seperti terlihat pada gambar tersebut,

GRID COMPUTING dibangun dengan jalan menggabungkan sistemsistem

komputasi grid yang berada di institusi-institusi penelitian

(GRID-2, 3, 4) menjadi satu kesatuan. Konfigurasi perangkat keras

dan perangkat lunak masing-masing sistem di tingkat institusi dapat

berbeda, namun dengan mengoperasikan teknologi grid computing

seperti GT4 pada simpul-simpul penghubung dari masing-masing

sistem, keseluruhan sistem membentuk satu kesatuan infrastruktur

komputasi grid. Dengan konfigurasi seperti ini, jika dibutuhkan,

pengguna di suatu institusi dapat memanfaatkan sumber daya

komputasi yang berada di luar institusinya.


Implementasi Grid Komputing

Pada kasus tertentu, ada kalanya sebuah organisasi menjalankan proses komputasi yang sangat kompleks yang menggunakan dan atau menghasilkan informasi dalam jumlah yang sangat besar. Dengan teknologi yang ada saat ini, pemrosesan dan penyimpanan informasi seperti ini “tidak mungkin” dilakukan oleh satu mesin. Coba bayangkan, berapa prosesor dan storage yang dibutuhkan?? Karena itulah muncul Grid sebagai solusinya.

Inti dari Grid computing adalah untuk mencapai performa dan hasil yang lebih baik dengan cara memanfaatkan sumber daya komputasi dari berbagai organisasi yang berbeda secara bersama-sama. Ian Foster memberikan sebuah definisi tentang sistem Grid, “A grid is a system that coordinates resources that are not subject to centralized control.. using standard, open, general-purpose protocols and interfaces.. to deliver nontrivial qualities of service“.

Berdasarkan definisi Ian Foster, sebuah sistem dapat disebut sebagai Grid jika sumber daya komputasi (resources) yang ada di dalamnya “tidak” dikelola secara terpusat. Sederhananya, terdapat beberapa organisasi berbeda yang masing-masing mengelola resource miliknya. Nantinya, resources dari beberapa organisasi tersebut secara dinamis akan dikelompokkan dalam sebuah Virtual Organizations (VO), untuk menyelesaikan suatu permasalahan tertentu. Dalam implementasinya, resources yang digunakan di dalam sebuah sistem Grid tidaklah sedikit dan sifatnya pun heterogen. Karena itu, dibutuhkan interface dan protokol standar yang bersifat terbuka. Dengan cara inilah, resources yang ada tersebut dapat saling berkolaborasi untuk menyelesaikan proses komputasi tertentu.

Tentu saja, Grid tidak sesederhana seperti yang mungkin kita bayangkan. Misalnya, bagaimana cara untuk memastikan bahwa resources yang ada hanya dapat diakses oleh user yang sah? Sistem Grid juga memerlukan banyak sekali service agar resources yang ada dapat saling berkoordinasi, seperti job schedulers, resource managers, information services, dll. Hal-hal inilah yang menjadi cakupan pembahasan dari Grid Computing.

Sebuah sistem Grid dapat dikembangkan dengan menggunakan berbagai macam sistem operasi yang ada saat ini. Sebagai contoh, dengan menggunakan salah satu distro Linux yang memang dikhususkan untuk clustering, yaitu Rocksclusters (http://www.rocksclusters.org). Pada distro ini, sudah dilengkapi dengan paket-paket yang dibutuhkan untuk keperluan Grid, seperti PBS, MPI dan juga Globus Toolkit (http://www.globus.org). NIS (Network Information System) serta NFS (Network File System) juga bisa langsung digunakan.

Saat ini di Indonesia, beberapa Perguruan Tinggi ternama sudah mulai giat melakukan penelitian tentang Grid computing, misalnya yang dilakukan oleh UGM dan UI. Anda dapat mengakses portal Grid hasil riset yang dilakukan oleh Tim Riset HPC (High Performance Computing) UGM di https://hpc.te.ugm.ac.id dan https://hpc.ugm.ac.id:9443. Beberapa dokumentasi yang dibuat oleh teman-teman, dapat anda baca juga dihttp://grid.te.ugm.ac.id.

 

Kelebihan Grid Computing

Beberapa kelebihan dari grid computing adalah:

1.       Perkalian dari sumber daya: Resource pool dari CPU dan storage tersedia ketika idle.

2.       Lebih cepat dan lebih besar: Komputasi simulasi dan penyelesaian masalah dapat berjalan lebih cepat dan mencakup domain yang lebih luas.

3.       Software dan aplikasi: Pool dari aplikasi dan pustaka standard,  akses terhadap model dan perangkat berbeda, metodologi penelitian yang lebih baik.

4.       Data: Akses terhadap sumber data global dan hasil penelitian lebih baik.

5.       Ukuran dan kompleksitas dari masalah mengharuskan orang-orang dalam beberapa organisasi berkolaborasi dan berbagi sumber daya komputasi, data dan instrumen sehingga terwujud bentuk organisasi baru yaitu virtual organization. Organisasi virtual sebagai hasil kolaborasi memberikan beberapa keuntungan lebih lanjut, di antarnya :

a.       Sumber daya dan orang-orang yang tersebar ;

b.      Dihubungkan oleh jaringan, melintasi domain-domain admin;

c.       Berbagi sumber daya, tujuan bersama;

d.      Dinamis;

e.       Fault-tolerant, dan

f.       Tidak ada batas-batas geografis.

Kekurangan Grid Computing

Kekurangan pada grid computing yang lebih saya tekankan disini adalah mengenai hambatan yang dialami oleh masyarakat Indonesia dalam mengaplikasikan teknologi grid computing. Hambatan-hambatan tersebut adalah sebagai berikut :

1.      Manajemen institusi  yang terlalu birokratis menyebabkan mereka enggan untuk merelakan fasilitas yang dimiliki untuk digunakan secara bersama agar mendapatkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat luas.

2.      Masih sedikitnya sumber daya manusia yang  kompeten dalam mengelola grid computing.

3.      Kurangnya pengetahuan yang mencukupi bagi teknisi IT maupun user non teknisi mengenai manfaat dari grid computing itu sendiri.

Dengan adanya beberapa manfaat dan hambatan mengenai tersedianya grid computing di Indonesia, maka harus ada solusi yang berfungsi untuk mewujudkan manfaat dan menghilangkan hambatan yang muncul tersebut. Solusi itu antara lain adalah sebagai berikut :

1.      Memberikan sosialisasi pada instansi pendidikan maupun institusi non pendidikan mengenai manfaat serta biaya dengan menggunakan sistem komputasi grid.

2.      Kerjasama riset dan pengembangan antara departement dalam suatu perguruan tinggi dan industri.

3.      Diberikannya mata kuliah tentang grid computing sehingga dapat menghasilkan generasi yang menguasai teknologi ini.

4.      Adanya pengembangan aplikasi yang relevan dengan grid computing.

Sumber :

Tanggal Akses : 18-06-2014

http://p3m.amikom.ac.id/p3m/dasi/des07/02%20-%20AMIKOM_Yogyakarta_KOMPUTASI%20GRID%20SEBAGAI%20JAWABAN%20KETERBATASAN.pdf

http://alfarisi.web.id/articles/berkenalan-dengan-grid-computing/

http://10111213.blog.unikom.ac.id/tugas-pengantar.2qv


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: